Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label national. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label national. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2014

Dua Karakter Animasi Indonesia Raih Juara Dunia


Dua karakter animasi lokal Indonesia kini mendunia setelah ikut dalam ajang kompetisi animasi international di Jepang belum lama ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/10), mengatakan dua karakter lokal Indonesia adalah "Salim & Silmy" karya Royas Amri Bestian dan "Hebring" karya pasangan Andi Martin dan Marlin Sugama, masing-masing meraih "special jury award" dan juara kedua dalam ajang tingkat dunia.

"Dua karakter lokal Indonesia ini menang dalam ajang ASEAN Character Award, yang acara pemberiaan hadiahnya dilakukan bersamaan dengan event Tokyo Game Show 2014 di Jepang," katanya.
Kemenangan itu, menurut Mari Elka, sekaligus menggambarkan semakin menggeliatnya industri kreatif Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa hingga semester pertama 2014, nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,2 triliun.
Penyumbang nilai tambah tertinggi, kata menteri, antara lain subsektor mode, kuliner, kerajinan, serta penerbitan dan percetakan.

"Keempat subsektor ini juga erat kaitannya dengan sektor pariwisata," kata dia.
Menurut estimasi Pusdatin Kemenparekraf, ekspor karya kreatif Indonesia hingga tengah tahun 2014 mencapai Rp63,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,27 persen dibandingan periode yang sama pada tahun 2013.
Pertumbuhan tertinggi, kata dia, dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81 persen, diikuti mode dengan pertumbuhan 7,12 persen, periklanan 6,02 persen, dan arsitektur 5,59 persen.

sumber : Rimanews

Nusa Tenggara Barat Di Jadikan Laboratorium Alam


Ikatan Arsitek Landscape Indonesia tengah menggagas rencana menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai daerah pembelajaran atau disebut juga dengan laboratorium alam.

"Output dari pelaksanaan kongres di NTB nanti bagaimana mendapatkan arahan mengenai cara menata kota atau kabupaten yang berada dalam jalur gunung berapi (ring of fire) menjadi hijau, serta menjadikan NTB sebagai laboratorium alam," kata Ketua Panitia Kongres Arsitektur Landscape Asia Pacific yang juga merupakan pengurus nasional Ikatan Arsitek Landscape Indonesia Soehartini Sekartjakrarini di Mataram, Minggu (5/10).

Menurut dia, sebagai tuan rumah pelaksanaan kongres Arsitektur Landscape Asia Pacific, Agustus 2015, NTB memiliki keaneka ragaman. Salah satunya peristiwa meletusnya Gunung Tambora pada 200 tahun silam.

"Peristiwa meletusnya Gunung Tambora, merupakan momen yang sangat penting sekali untuk Indonesia, karena dampak dari peristiwa 200 tahun lalu itu sangat global, apalagi posisi Indonesia yang berada dalam ring of fire, artinya banyak kota-kota di Indonesia maupun kabupaten-kabupaten yang nantinya jika hal-hal seperti itu terjadi lagi akan dapat menjadi pembelajaran bagi kabupaten kota lainnya," jelasnya.

Untuk itu, diadakannya kongres tersebut tidak lain untuk memberi arahan kepada masyarakat dan para arsitek landscape yang ada di NTB, mengenai cara menata kota dan kabupaten landscap yang berada dalam lingkup ring of fire, sehingga mereka dapat melakukan antisipasi jika kasus peletusan serupa terjadi.
"Kami dari Arsitek Landscape Indonesia, ingin memberikan suatu arahan bagaimana menata kota-kota landscape yang ada di daerah ring of fire ini, sehingga nanti mereka akan dapat menata kota dan kabupatennya menjadi lebih baik. Kalau ada dampak dari letusan, mereka dapat melakukan penataan kota dengan jauh lebih terencana," ucap Soehartini.

Jumat, 24 Januari 2014

Kapal Selam Pertama Buatan Korsel Pesanan Indonesia, Selesai 2015


Kesiapan pemenuhan kebutuhan minimum kekuatan Tentara nasional Indonesia, terus berjalan. Setelah dua pesawat tempur Sukhoi dari enam yang dipesan, dijadwalkan akan tiba pada tahun ini,  armada laut RI juga akan memperoleh tambahan kapal selam baru pada 2015.

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Soeparno, mengatakan disela-sela Rapat Pimpinan TNI di Mabes TNI jakarta, Rabu, 18 Januari 2012, bahwa kapal selam pertama dari tiga unit yang dipesan dari Korea Selatan, akan selesai pada 2015.
“Untuk yang pertama diperkirakan selesai pada 2015,” kata Soeparno seperti dikutip Antara.
Indonesia telah memesan tiga kapal selam merek baru dari sebuah perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, untuk menambah dua armada kapal selam yang sekarang dimiliki TNI Angkatan Laut. (baca: Indonesia Pesan Tiga Kapal Selam Baru dari Korea Selatan)

Kontrak pemesanan ditandatangani oleh kementerian pertahanan dan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering (DSME) di Jakarta, Selasa, 21 Desember 2011, senilai 1,07 miliar dolar AS, nilai kontrak pertahanan terbesar yang diberikan kepada sebuah perusahaan Korea Selatan.
Pembangunan kapal selam tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Januari tahun 2012 di bawah skema transfer teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dua kapal selam akan dibangun di Korea Selatan, untuk mempersiapkan tenaga-tenaga Indonesia menjalankan pembuatan di dalam negeri. Sementara satu kapal selam lagi akan dibangun di basis PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.

Senin, 20 Januari 2014

Malaysia Ingin Borong Panser Buatan Pindad

JAKARTA- PT Pindad (Persero) semakin sibuk menerima tawaran atau pesanan mobil tembur panser jenis Anoa, salah satunya dari Malaysia. Negeri Jiran ini berharap bisa segera memboyong 32 unit seharga miliaran rupiah itu.
Panser Anoa merupakan salah satu produk kendaraan berlapis baja unggulan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbasis di Bandung. Pindad sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang menyediakan berbagai produk mesin seperti generator, senjata, kendaraan tempur, amunisi untuk militer.
Menurut Direktur Utama Pindad, Adik Avianto Soedarsono, proses kesepakatan order dengan Malaysia telah melewati tahapan mulai dari konsep, pengiriman delegasi Malaysia ke Indonesia, uji coba, sertifikasi hingga tahapan negosiasi.
"Jadi tinggal satu proses lagi, yaitu proses administrasi. Kami tinggal menunggu legal binding, dan kontrak penawaran tanpa syarat (unconditional letter of offer) dari pihak Malaysia," ungkap dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Minggu (30/6/2013).
Lebih jauh Adik menjelaskan, pihaknya tidak bisa memproduksi Panser Anoa pesanan Malaysia bila proses terakhir itu belum terlaksana. Pasalnya ini menyangkut prosedur atau perizinan dalam pembelian perlengkapan militer antar negara.
"Malaysia memang minta 32 unit Panser Anoa tersebut bisa dikirim tahun ini. Tapi kami tidak mau kalau proses administrasi belum dipenuhi, sebab produksi Panser paling cuma perlu waktu 2 bulan. Yang lama itu mendatangkan onderdil, pelek dengan waktu 8 bulan," papar dia.
Selain Malaysia, Adik bilang, Afghanistan pernah memesan Panser Anoa buatan Bandung. Dia mengaku, kebutuhan spesifikasi Panser masing-masing negara sangat beragam tergantung strategi penyerangan yang dianut.
"Kebutuhan setiap negara berbeda satu sama lain. Afghanistan misalnya, di dalam Panser yang mereka pesan, kami harus tambahkan dengan alat yang bisa memproduksi air minum. Adapula yang perlu radio tape dan lainnya," tandasnya.
Lantaran perbedaan kebutuhan itulah, dia menyebut, harga jual yang dibanderol untuk kendaraan tempur ini pun beragam. "Tapi kami tidak bisa disclose harganya karena berbeda-beda. Yang pasti harga Panser Anoa untuk kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja sebesar Rp 8 miliar per unit," pungkas Adik.
Panser Anoa memiliki beberapa varian tipe. Contohnya saja Panser Anoa 6x6 diproduksi dengan sistem penggerak 6 roda simetris dan dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI Angkatan Darat khususnya satuan kavaleri.
Didesain dan diproduksi oleh anak bangsa, ukuran dan operasional Panser disesuaikan dengan bentuk tubuh TNI, doktrin dan taktik tempur TNI. Panser yang dilengkapi dengan mounting sejata 12,7 milimeter (mm) dan dapat berputar 360 derajat ini dapat mengangkut 10 personil dengan 3 kru, 1 driver, 1 commander dan 1 gunner.